Uncategorized

Kayuh sepedamu

Memulai sebuah kebiasaan baru tantangan beratnya ada di awal, terutama kebiasaan baik seperti olahraga. Seribu alasan seolah muncul untuk menggagalkan niat berolahraga, setelah melewati masa awal tersebut, tantangan berikutnya adalah konsistensi untuk terus melakukan olahraga, karena olahraga adalah latihan maka perlu dilakukan berulang.

Salah satu resolusi 2018 adalah bisa lebih rutin berolahraga, Alhamdulillah sejak akhir Desember tiap selesai Sholat Subuh bisa gowes walaupun sebentar, 40-an menit cukuplah. Mudahan konsisten dan bisa melakukan olahraga lainnya juga, tertarik juga nih dengan Slow Run yang pernah diposting teman di fesbuk, dan jangan lupakan HIIT (High Intensity Interval Training) yang perlu dilakukan lagi.

Minggu kemarin diajak teman yang gowes mania, ayuklah diterima ajakannya gowes ke Bendungan Benanga, meski berbarengan dengan ada kegiatan sepeda santai tapi kami berdua memilih gowes sendiri. Jarak tempuh berangkat hingga pulang sekitar 20-an kilometer, mengasyikkan sekali dan sepertinya bikin ketagihan gowes lagi. Mari bersiap mencari rute gowes minggu depan dan mulai lengkapi aksesoris gowes.

Ehhh iya ada teman yang komentar “Enaknya bisa gowes di office day”

Jangan bayangkan aktifitas gowes itu harus setengah hari, seperti yang saya lakukan selesai Sholat Subuh selama 40-an menit pun bisa, nggak harus berjam-jam dan di akhir pekan, perlu ngurangin alasan sih sebenarnya untuk memulai.

Uncategorized

Kita pahlawan loh

Berapa jumlah nama pahlawan yang Anda hafal? Mari kita persempit pertanyaannya, “Anda hafal semua nama pahlawan revolusi?” Jujur saja, saya sekarang tidak lagi hafal nama-nama pahlawan revolusi, mudahan Anda masih hafal.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) pahlawan berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, pejuang yang gagah berani. Pahlawan adalah seseorang yang berpahala yang perbuatannya berhasil bagi kepentingan orang banyak. Perbuatannya memiliki pengaruh terhadap tingkah laku orang lain, karena dinilai mulia dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat, bangsa atau umat manusia.

Menurut pengertian tersebut maka setiap orang yang melakukan perbuatan baik terhadap orang lain dan lingkungannya sehingga menjadi lebih baik kondisinya adalah juga seorang pahlawan. Membawa pengaruh atau perubahan menjadi lebih baik.

Seseorang yang menolong mengambilkan mainan anak kecil yang terjatuh ke dalam parit sehingga si anak kembali ceria adalah pahlawan. Seseorang yang mendonorkan darahnya juga pahlawan. Bahkan seseorang bisa jadi pahlawan hanya dengan sebuah teriakan, “Awas ada lubang!” Saat ada seseorang asyik berjalan sambil menunduk memainkan smartphonenya tanpa menyadari lubang menganga didepannya.

Apakah yang diteriaki kemudian tidak mendengar karena terlalu asyik memainkan smartphone lalu terjatuh ke dalam lubang, itu derita dia. 

Karenanya semua adalah pahlawan pada setiap perbuatan baik yang kita lakukan, sekecil apapun itu. Bahkan jika seandainya yang kita lakukan tidak berbalas kebaikan dari orang lain, kita sejatinya sudah menjadi pahlawan. 

Tulisan kita apabila mampu menggugah orang lain menjadi berbuat dan menjadi lebih baik, maka kita sebenarnya juga telah menjadi pahlawan. Jika kita tidak menemukan pahlawan di sekitar kita, maka jadilah pahlawan.

Selamat hari pahlawan.

Uncategorized

Challenge is complete

Akhirnya hari ini berakhirnya 30DWC (Days Writing Challenge) jilid 9, sudah sampai di hari ke-30 tanpa terasa. Selama 30 hari ditantang menulis tanpa putus, minimal 200 kata untuk tulisan non fiksi dan 150 kata apabila bentuknya puisi. Meski saya mengetahui 30DWC jilid 9 ini di hari terakhir pendaftarannya, tapi sejak awal  bertekad tidak ingin jadi yang terakhir mengirim tulisan ke grup (peserta dibagi ke dalam grup kecil).

Meski sudah punya blog cukup lama, bagi saya sebelumnya yang terasa sulit adalah konsistensi, bisa konsisten menulis tiap hari, bahkan pernah dalam sebulan tidak ada tulisan baru di blog saya ini. Terkadang terjadi macet ide, sudah dapat 1 atau 2 paragraf kemudian buntu, beberapa kali diakhiri dengan batal menulis. Bukannya ingin memaksakan bisa membuat 1 tulisan tiap hari juga sebenarnya, tapi bisa menuangkan setiap ide menjadi tulisan dengan lancar.

Alhamdulillah selama ikutan 30DWC ini jadi lebih lancar menulis dan konsisten tanpa putus, mungkin karena tuntutan dari program ini. Menarik saat tulisan kita mendapat tanggapan dari sesama peserta, membuat jadi mengetahui kekurangan dari tulisan kita yang selama ini mungkin kita anggap sudah benar, misalnya mengenai cara penulisan sebuah kata. Terkadang memang perlu seseorang di luar kita untuk melihat lebih jujur dan lebih luas.

Tiga puluh hari bersama di dalam squad 1 jilid 9, saling menyemangati untuk terus menulis dan terkadang diselingi candaan, dari berbagai kota dan latar belakang diikat silaturahim di program 30DWC ini dan kami sepakat untuk terus melanjutkan grup squad 1 bahkan setelah program ini berakhir. Salah satu usulannya adalah kami berharap bisa membuat buku antologi tulisan kami, semoga terwujud.

WhatsApp Image 2017-11-09 at 11.27.49

Uncategorized

Acara impian banyak wanita

Pernikahan merupakan peristiwa spesial, maka menjadi lebih spesial apabila anak kepala negara yang melangsungkan pernikahan. Selamat kepada keluarga Bapak Presiden Joko Widodo yang hari ini (saat tulisan ini dibuat) melangsungkan akad nikah dan resepsi pernikahan dari putrinya.

Wajar saja bila kemudian semua media massa memberitakan bahkan stasiun televisi mengadakan siaran langsungnya. Pernikahan anak kepala negara atau kepala pemerintahan di manapun di dunia ini akan selalu menjadi perhatian luas, menjadi magnet pemberitaan.

Acara pernikahan biasanya digelar meriah dengan undangan yang luar biasa banyak, bisa disebut juga The Royal wedding. Segala pernik mulai dari masa persiapan pernikahan akan menjadi buruan bahan pemberitaan yang menarik bagi media massa. Bahan berita yang ingin diketahui khalayak, ingin di “kepoin”.

Melalui pemberitaan media massa yang masif tersebut maka banyak sekali yang mempunyai impian melangsungkan pernikahan ala Royal Wedding seperti itu, khususnya kaum wanita. Lihatlah sewaktu Kate Middleton dan Pangeran William melangsungkan pernikahan, media massa dari penjuru dunia bahkan menyiarkannya dengan ditonton jutaan pemirsa.

Impian bisa melangsungkan pernikahan semacam itu diidamkan banyak sekali wanita, karena peristiwa spesial layak diselenggarakan spesial juga. Siapapun bebas mengimpikannya, mewujudkannya tentu persoalan berbeda, kecuali orang tuanya juga kepala negara atau mampu. Mampu tapi tidak ingin itu juga hal berbeda lainnya, nggak usah nyinyir tentang itu.

Uncategorized

Berhenti sejenak

Cabang olahraga tertua yang dipertandingkan di Olimpiade adalah atletik, khususnya lari. Lomba lari sendiri merupakan yang paling populer diantara cabang olahraga atletik lainnya, atlet lari tingkat dunia bahkan ibarat selebriti olahraga, lihat saja bagaimana populernya Usain Bolt sang juara dunia pemegang rekor dunia olimpiade.

Kehidupan manusia juga mirip dengan olahraga lari, setiap manusia berlari di jalur pilihannya menuju cita-cita yang ingin diraih. Masing-masing berlari dengan jaraknya masing-masing, ada yang memilih jarak pendek 100 m atau 200 m, ada juga yang memilih jarak 1000 m atau bahkan marathon.

Seperti atlit lari yang memerlukan latihan untuk menguasai teknik sesuai lomba yang diikuti dan menajamkan catatan waktunya begitu juga manusia. Kita juga memerlukan latihan untuk mencapai cita-cita, mesti terus berlatih memperbaiki kemampuan diri sehingga mampu menjadi lebih baik dalam kerja dan karya. Semangat menjadi lebih baik bukan untuk tujuan mencari sanjungan tapi memberikan hasil terbaik.

Berlari terus menerus untuk menjadi yang pertama atau yang tercepat memang baik, namun terkadang kita mesti mengambil waktu berhenti sejenak, kalaupun kita tidak ingin maka terkadang kehidupan akan menghentikan lari kita dengan paksa, yaitu melalui kegagalan. Kegagalan akan menjadikan kita mampu berlari lebih baik jika kita menyikapinya sebagai pengingat dan koreksi atas kesalahan yang kita lakukan.

Terkadang dalam hidup kita perlu berhenti sejenak, melihat dan berpikir mengenai yang sudah kita lewati dan jalani, melakukan koreksi atas kesalahan yang diperbuat. Melangkah mundur bahkan tidak selalu buruk, terkadang itu diperlukan untuk mempersiapkan diri berlari lebih kencang lagi.

Karenanya jangan pernah menyesali kegagalan, berprasangka baiklah karena bisa jadi itu cara Tuhan untuk menjadikan kita lebih baik, melesat lebih cepat dan memberi manfaat lebih banyak melalui kerja dan karya kita.

Uncategorized

Nggak usah bikin grup

Rasa-rasanya semua pengguna smart phone memasang aplikasi instant messaging, bahkan memasang dan menggunakan lebih dari 1 aplikasi instant messaging. Empat aplikasi instant messaging yang paling populer di Indonesia yaitu WA (WhatsApp), BBM, Line, Telegram.

Hampir semua pengguna instant messaging saat ini tergabung atau punya grup entah itu grup WA, BBM, Line atau Telegram, bahkan ada yang tergabung dalam puluhan grup. Masing-masing grup dibuat berdasarkan alasannya, ada grup keluarga, teman sekolah, kuliah, kantor, komunitas atau bahkan grup dengan tujuan belajar sesuatu.

Biasanya ada saja yang memposting link atau ajakan masuk ke suatu grup, grup tersebut biasanya membahas suatu hal khusus, ada yang sifatnya gratis namun banyak juga yang berbayar. Karena ajakan pada dasarnya bisa disamakan dengan iklan maka kata-kata yang dipakai biasanya mengandung unsur janji yang akan didapatkan jika bergabung.

Namun terkadang seperti halnya iklan yang tidak seluruhnya tepat seperti yang dijanjikan maka begitu pula grup-grup seperti itu. Beberapa grup bahkan hanya dibuat untuk mengumpulkan orang yang kemudian diberikan penawaran atas suatu acara, program atau barang, ibarat ada seminar gratis tapi sebagai sarana menjual workshop bernilai fantastis, pernah mengalami?

Saya pribadi lebih menghargai bila pembuat grup jujur sedari awal dan tidak menggunakan untaian janji-janji namun setelah berjalan tidak sesuai yang diberikan kepada peserta. Bahkan jika niat awalnya baik, namun sebenarnya secara pribadi karena aktifitasnya yang padat merasa akan kesulitan memenuhinya mengapa mesti memaksakan? 

Istilahnya “Over promise under delivery” arti bebasnya yaitu menjanjikan lebih namun yang diberikan tidak sesuai atau kurang. Saya akan menghargai jika ada permintaan maaf dari pemilik atau pembuat grup, namun merubah yang sudah dijanjikan karena alasan yang bersumber dari dirinya sendiri tentu akan tetap menimbulkan kekecewaan peserta atau anggota grup. 

Ibaratnya membeli barang maka pembeli berharap sesuai spesifikasi yang tertera, jikalau kemudian terjadi ketidaksesuaian dikarenakan proses pengerjaan si penjual, permintaan maaf tetap tidak bisa menghilangkan wanprestasi yang sudah terjadi. 

Uncategorized

Masih sanggup berdiri

Isman bangkit berdiri melayani pembeli arang kelimanya pagi ini, 2 karung arang kembali terjual, membuatnya tersenyum senang. Total hingga jam 9 pagi ini ia sudah menjual 3 karung arang dan 4 bungkus plastik arang, “Alhamdulillah” ucapnya dalam hati.

Berjualan arang dan gas elpiji adalah aktifitas Isman selama 3 tahun belakangan ini, melanjutkan toko kecil peninggalan orang tuanya. Orang sering beranggapan apa yang dilakoninya bukan pekerjaan berat atau kasar, apalagi jika orang melihat telapak tangannya. “Nggak pernah kerja kasar ini” begitu komentar orang biasanya.

Isman hanya tersenyum jika ada komentar seperti itu, walaupun dalam hati ingin balik bertanya “Apakah bekerja keras atau berat hanya ditunjukkan dengan telapak tangan yang kasar dan kapalan?” Isman berpendapat bekerja keras itu penilaiannya bukan pada jenis pekerjaannya, tetapi seseorang yang mencurahkan dedikasi waktu, tenaga dan pikirannya pada pekerjaannya masing.

Memberikan 100% apa yang dimiliki untuk mendapat hasil terbaiknya, pada setiap pekerjaan, bahkan saat gagal dan jatuh seseorang itu sanggup berdiri untuk kembali mengusahakan dengan sepenuh kemampuannya untuk berhasil mencapai yang lebih baik.

Jika saja orang-orang itu mengetahui rutinitas berjualan arang itu seperti apa. Berjualan arang itu membuat tangan kotor dan hitam, terlebih saat dia harus mengemas ulang arang di karung ke dalam kemasan plastik, bukan hanya tangannya yang kena debu arang tapi juga lubang hidungnya menjadi hitam hingga terkadang membuatnya terbatuk.

Aktifitas mengemas ulang arang ke dalam plastik-plastik kresek terkadang bisa berlangsung selama 2 jam, sambil duduk di dingklik atau terkadang jongkok. Ketika ada pembeli saat mengemas arang maka ia mesti berdiri, saat itulah biasanya penat terasa, nafas terasa agak memburu dan kening basah oleh keringat. Terkadang pinggangnya juga terasa sakit saat berdiri kelamaan dalam posisi duduk melakukan aktifitas itu.

Jadi masihkah berpikir yang dilakukannya ini bukan berkotor-kotor dan berat? Namun Isman tidak menghiraukan semuanya, baginya setiap orang punya pendapatnya sendiri. Meski apa yang dilakukannya saat ini tidaklah sementereng dan sebesar bisnis beberapa temannya atau sekeren pekerjaan temannya yang lain, Isman bersyukur saat masih berdiri melayani pembeli.