Nggak usah bikin grup

Rasa-rasanya semua pengguna smart phone memasang aplikasi instant messaging, bahkan memasang dan menggunakan lebih dari 1 aplikasi instant messaging. Empat aplikasi instant messaging yang paling populer di Indonesia yaitu WA (WhatsApp), BBM, Line, Telegram.

Hampir semua pengguna instant messaging saat ini tergabung atau punya grup entah itu grup WA, BBM, Line atau Telegram, bahkan ada yang tergabung dalam puluhan grup. Masing-masing grup dibuat berdasarkan alasannya, ada grup keluarga, teman sekolah, kuliah, kantor, komunitas atau bahkan grup dengan tujuan belajar sesuatu.

Biasanya ada saja yang memposting link atau ajakan masuk ke suatu grup, grup tersebut biasanya membahas suatu hal khusus, ada yang sifatnya gratis namun banyak juga yang berbayar. Karena ajakan pada dasarnya bisa disamakan dengan iklan maka kata-kata yang dipakai biasanya mengandung unsur janji yang akan didapatkan jika bergabung.

Namun terkadang seperti halnya iklan yang tidak seluruhnya tepat seperti yang dijanjikan maka begitu pula grup-grup seperti itu. Beberapa grup bahkan hanya dibuat untuk mengumpulkan orang yang kemudian diberikan penawaran atas suatu acara, program atau barang, ibarat ada seminar gratis tapi sebagai sarana menjual workshop bernilai fantastis, pernah mengalami?

Saya pribadi lebih menghargai bila pembuat grup jujur sedari awal dan tidak menggunakan untaian janji-janji namun setelah berjalan tidak sesuai yang diberikan kepada peserta. Bahkan jika niat awalnya baik, namun sebenarnya secara pribadi karena aktifitasnya yang padat merasa akan kesulitan memenuhinya mengapa mesti memaksakan? 

Istilahnya “Over promise under delivery” arti bebasnya yaitu menjanjikan lebih namun yang diberikan tidak sesuai atau kurang. Saya akan menghargai jika ada permintaan maaf dari pemilik atau pembuat grup, namun merubah yang sudah dijanjikan karena alasan yang bersumber dari dirinya sendiri tentu akan tetap menimbulkan kekecewaan peserta atau anggota grup. 

Ibaratnya membeli barang maka pembeli berharap sesuai spesifikasi yang tertera, jikalau kemudian terjadi ketidaksesuaian dikarenakan proses pengerjaan si penjual, permintaan maaf tetap tidak bisa menghilangkan wanprestasi yang sudah terjadi. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s