Matahari Harus Terbenam

Mengapa mesti ada malam? Sehingga manusia menciptakan penerangan buatan supaya sekitarnya menjadi benderang. Dimulai dari penerangan menggunakan api unggun hingga sekarang lampu pijar temuan Thomas Alva Edison telah berevolusi menggunakan lampu LED (Light Emitting Diode), entah berbentuk apa lagi nantinya wujud penerangan yang dipakai.

Mengapa sinar matahari tidak menyinari selama 24 jam saja, supaya manusia tidak susah payah menyalakan lampu dari lemak binatang, lilin atau petromaks yang bila lalai bisa membakar rumah. Tidak perlu ada pembangkit listrik berbahan bakar fosil yang menghasilkan pencemaran lingkungan atau berbahan bakar nuklir yang jika terjadi bencana maka radiasinya bisa bertahan puluhan tahun.

Seorang kepala rumah tangga tidak perlu menyisihkan uang untuk membeli bensin atau solar untuk genset, sehingga uangnya dapat digunakan membiayai pendidikan anak-anaknya dengan harapan menjadi cerdas. Menggunakan uang tersebut untuk ditabung membangun rumah kelak, memberikan keluarganya keamanan dan melindungi mereka dari cuaca.

Namun apakah seorang kepala rumah tangga sanggup mengayuh becaknya selama 24 jam, memanggul karung-karung beras seharian atau membuat batu-bata 24 jam karena matahari tidak pernah tenggelam di peraduannya? 

Jika malam tidak pernah hadir di kehidupan manusia, maka peradaban akan menjadi berbeda. Mungkin tidak mengenal bagaimana memejamkan mata di malam hari, bergelung di bawah selimut, mendiamkan otot yang berkontraksi sepanjang siang. Mensyukuri masih bisa terbangun di pagi hari dengan senyuman dan harapan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s