Nunggu Aksi Nikung Kompetitor

Beberapa hari ini sedang ramai boikot JNT, pada video yang banyak beredar nampak seorang pria peserta gathering dalam keadaan mabuk. Kemudian makin ramai dengan kesaksian para peserta gathering yang menyaksikan sendiri disediakan minuman beralkohol di setiap mejanya.

Postingan kecaman dan seruan boikot JNT menyebar di hampir semua media sosial, para mitra toko online banyak yang menyatakan menghentikan kerjasama dengan JNT berikut dengan kronologi penjelasan dan kesaksian akan yang terjadi di acara gathering tersebut.

Hari ini akhirnya JNT memberikan permohonan maaf, menyadari kesalahan mereka dan berjanji tidak akan melakukan hal tersebut di kemudian hari, akan tetapi banyak pihak terlanjur kecewa, marah bahkan sakit hati. Harga yang harus dibayarkan oleh JNT tampaknya akan sangat besar karena hal ini.

Sebagai pemain baru di bisnis logistik tanah air sebenarnya mereka cukup mampu merebut perhatian para pemain bisnis online dan konsumen yang berbelanja online. Mereka gencar mengiklankan diri sejak pertama kali kemunculannya, layanan mereka juga sebenarnya lebih baik, yang mereka tawarkan juga sangat menarik bagi pemain bisnis online sehingga banyak yang kemudian bermitra dengan mereka.

Tapi tampaknya dengan satu kesalahan fatal yang videonya kemudian tersebar, mereka jadi semacam public enemy baru. Mereka membuat blunder yang diakibatkan kegagalan membaca dan menilai suatu kegiatan yang sebenarnya mereka ciptakan sendiri. Perencana gathering tersebut kurang aware dengan profil peserta dan situasi sentimen yang sedang merebak di tanah air.

Kemampuan membaca profile target konsumen, mitra strategis dan situasi yang sedang berkembang ini yang tampaknya semakin perlu ditingkatkan sensitifitasnya bagi seorang pemilik bisnis, dalam menciptakan strategi marketing dan membangun komunikasi. Ibaratnya sedia payung sebelum hujan, karena apabila sudah terlanjur maka kerugiannya bukan sekedar pakaian yang basah tapi juga dompet berikut isinya pun bisa ikut basah.

Saya jadi menunggu apakah kompetitor mereka akan memanfaatkan kejadian ini untuk membuat sebuah kampanye yang isinya mengambil hati masyarakat. Istilahnya mungkin “nikung” kata anak zaman sekarang, hal seperti itu lumrah dilakukan entitas bisnis di luar negeri sebenarnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s