Bukan Rumah Kayu

Beberapa hari ini berseliweran memikirkan mengenai material membangun rumah, antara menggunakan kayu, semen atau berbahan baku alternatif. Bahan baku alternatif di sini maksudnya bahan modifikasi yang menyerupai bentuk atau sifat kayu.

Zaman dulu orang membangun rumah berbahan kayu karena tersedia berlimpah dan murah, seiring perkembangan kemudian beralih ke batu-bata dan semen karena dianggap lebih kuat dan modern. Bahkan bahan ini semakin mendominasi karena kemudian bahan baku kayu semakin mahal, bahkan biaya membangun rumah berbahan kayu bisa lebih mahal dari yang berbahan batu-bata dan semen.

Membangun rumah dengan bahan kayu maupun campuran batu-bata dan semen tentu memiliki kelebihan maupun kekurangan, mengikuti sifat masing-masing bahan tersebut dan upah pengerjaannya. Keduanya menjadi pertimbangan selain model arsitektur apa yang ingin diterapkan.

Bahan kayu akan menjadikan rumah berkesan alami, lebih ramah lingkungan, cocok dengan iklim tropis. Kekurangannya yaitu rentan terhadap api dan rayap, kurang kedap suara, kurang baik menangkal pengaruh cuaca (panas, dingin) dan umur pakainya rata-rata lebih pendek dibanding batu-bata.

Sedangkan bahan baku paduan batu-bata dan semen biasanya dijadikan pilihan bila ingin rumah yang tahan lama, lebih tahan terhadap api dan rayap, lebih tahan cuaca dan berkesan kokoh. Kekurangannya untuk tahapan pengerjaannya lebih banyak dan memerlukan waktu lebih lama.

Pengennya membangun dengan bahan baku kayu ulin, karena ingin rumah yang berkesan alami. Pilihan kayu ulin karena punya kekuatan dan keawetan kelas 1, apalagi nemu postingan di Facebook yang menawarkan jasa membangun rumah berbahan ulin. Terjadi pertentangan batin karena tahu kayu ulin sebenarnya dilarang diperdagangkan karena saat ini dikategorikan langka, namun hati kesengsem dengan rumah kayu ulin.

Pilihannya muncul menggunakan bahan bangunan alternatif pengganti kayu, bahan ini sebenarnya dibuat dari campuran semen dan bahan lain yang kemudian dicetak menyerupai ukuran dan tekstur kayu. Bahan ini pengerjaannya dan tekstur yang dimunculkan serupa kayu asli, tapi memiliki kelebihan menyerupai sifat bahan semen. Tahan terhadap api, cuaca, rayap, dan dapat memberikan kesan seperti kayu asli.

Sepertinya pilihan akan dijatuhkan kepada bahan alternatif ini, selain itu waktu pengerjaan akan lebih singkat sehingga upah tukang bisa dipangkas, apalagi kalau rangka-rangkanya juga memakai baja ringan. Desain rumah sudah ada, kontraktornya juga sudah ada beberapa pilihan.

Karena sebuah impian dimulai dari langkah pertama, maka dimulai dari membersihkan rumput yang sudah menguasai tanah kapling dulu saja, karena uang buat membangunnya masih belum keliatan wujudnya. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s