Rumah pertama ngontrak

Memiliki rumah sendiri adalah idaman semua orang, terutama apabila itu merupakan rumah pertama. Berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkannya, ada yang beruntung bisa membeli atau membangun rumah secara tunai, sebagian lagi mewujudkannya melalui kredit perbankan, hal itu berlaku untuk rumah baru maupun rumah seken.

Selera tiap orang tentu berbeda, apabila membeli rumah seken atau di sebuah kompleks perumahan tentu saja model bangunannya sudah ditentukan. Beberapa orang lebih memilih membangun sendiri, karena dapat disesuaikan dengan keinginan mereka dan anggaran yang dimiliki.

Beberapa orang memilih rumah di kompleks perumahan dengan pertimbangan fasilitasnya, sebagian lebih memilih di lingkungan biasa karena ingin suasana yang lebih akrab dengan tetangga. Meski sebenarnya tinggal di kompleks perumahan juga bukan berarti tidak bisa akrab antar tetangga atau rumah di lingkungan biasa fasilitasnya lebih sedikit.

Pertimbangan-pertimbangan orang memilih rumah secara umum menyangkut lokasinya yang dekat dengan berbagai fasilitas umum seperti Rumah Sakit, SPBU, sekolah, kantor, maupun dekat rumah orang tua. Berikutnya biasanya baru soal akses, keamanan, bebas banjir, dan sebagainya.

Rasanya hampir setiap orang kalau bisa dan mampu akan membeli secara tunai, kalau tidak mampu pilihan kedua barulah dengan mengajukan kredit ke perbankan. Biasanya menjelang akhir tahun seperti ini marketing kredit perbankan akan lebih giat menawarkan KPR, bahkan menjelang akhir tahun biasanya kemungkinan disetujui bisa lebih cepat karena pihak bank ingin mencapai target.

Cicilan KPR adalah juga pengeluaran maka ketatlah untuk selalu ingat dan disiplin untuk jangan besar pasak daripada tiang, jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pemasukan atau penghasilan. Bank bahkan salah satu pertimbangan utama menyetujui pengajuan kredit adalah apabila cicilan kita sepertiga dari penghasilan per bulan. 

Apabila belum mampu membeli rumah sebaiknya tidak usah dipaksakan hingga menggunakan bermacam cara apalagi cara-cara yang tidak jujur. Tidak mampu beli rumah sekarang, tinggal di rumah kontrakan adalah pilihan masuk akal. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s