Gagal move on pilkades

Kehidupan warga Desa Jeruk masih dihinggapi suasana pilkades, bahkan setelah beberapa hari yang lalu Kepala Desa terpilih telah dilantik oleh Pak Camat.

Warga dari kedua kubu calon kades baik yang kalah maupun yang menang masih terus saling sindir dan tuding, masih mencari-cari celah untuk menyerang jagoan pihak lawan. Sindiran dan tudingan kedua belah pihak menyebar melalui ibu-ibu arisan, penjual sayur keliling, poskamling, hingga pangkalan ojek.

Kehidupan warga Desa Jeruk seolah tersandera oleh prasangka dan kisah masa lalu terhadap calon kades lawan. Antar warga kini selalu mencermati yang diperbuat pihak calon kades lain, mencari bahan untuk menyindir dan menuding berdasarkan apa sarapannya, miring kemana tidurnya, apakah tadi pagi sikat gigi dan bermacam-macam.

Entah dari mana warga mendapatkan info-info sebagai bahan sindiran, karena warga yang rumahnya jauh bahkan tidak kenal secara langsung calon yang ikut pilkades ikut-ikutan bikin sindiran dan tudingan. Suasana seperti ini bahkan bukan hanya mempengaruhi warga Desa Jeruk tapi sudah bikin warga se-Kecamatan Nangka ikut terpengaruh ikutan sindir-menyindir dan tuding-menuding yang terjadi di Desa Jeruk.

Entah sampai kapan hal itu akan terjadi di Desa Jeruk, semoga segera berakhir dan kehidupan warga kembali normal seperti dulu. Desa Jeruk yang selama ini dikenal sebagai desa yang paling maju tentunya menjadi contoh dan barometer desa-desa lain, sehingga jika terus-terusan begini maka Kecamatan Nangka secara keseluruhan akan terimbas kurang baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s