Pelangi di Bukit Pelangi

Akhir tahun dan tahun baruan kemarin diajak teman ke Sangatta yang diundang KPC ngasih materi kewirausahaan untuk binaan mereka. Itu pertama kalinya ke Sangatta, setelah sebelumnya cuma lewat aja, jadi cukup antusias saat diajak nemanin dia. Sangatta itu KPC paling tidak itulah yang ada di benak orang Kaltim.

Perjalanan darat Samarinda-Sangatta sekitar 4 jam, jalan relatif mulus, kecuali mulai memasuki jalan yang membelah TNK (Taman Nasional Kutai), bersiap terguncang karena jalan berlubang-lubang. Banyak pilihan tempat istirahat untuk makan di sepanjang jalan.

Selama di Sangatta diinapkan di Wisma Rayyah (Senior Camp), mess untuk karyawan KPC. Messnya terdiri dari banyak bangunan yang terbuat dari kayu ulin berbentuk semi panggung. Mungkin karena akhir tahun dan banyak yang cuti sehingga kesannya agak sepi, terlihat juga di messhall tempat makannya gak banyak yang makan di situ.

Sangatta bisa dibilang kabupaten yang hidup dari dan karena tambang batubara KPC, perusahaan batubara besar yang terkenal seantero Indonesia, karyawannya sekitar 5000-an. Pekerja tambang batubara apalagi karyawan KPC bisa dibilang menikmati gaji besar dan fasilitas yang nyaman. Denyut nadi ibukota kabupatennya dari keberadaan karyawan KPC dan perusahaan-perusahaan kontraktornya, banyak usaha yang berjalan memanfaatkan keberadaan ribuan karyawan tambang batubara yang ada.

Saat diajak keliling kota Sangatta dan kemudian ke Bukit Pelangi, melihat tempat tersebut yang dijadikan lokasi Kantor Bupati Kutai Timur, Masjid Agung Sangatta serta perkantoran dinas dan instansi yang ada, terlihat conveyor batubara milik KPC di kejauhan. Muncul pertanyaan what’s next after coal?

Multiplier effect dari keberadaan KPC salah satunya memang menggerakkan ekonomi Sangatta, banyak orang yang bahkan walau tidak bekerja di KPC ikut merasakan manfaat dari melayani kebutuhan ribuan karyawannya. Di sisi lain penghasilan besar karyawan perusahaan tambang mengakibatkan harga-harga barang menjadi tinggi di Sangatta, seolah karena harga tinggipun tidak masalah karena gaji para pekerja tambang yang besar.

Bagaimana setelah era tambang batubara di sana berakhir? Apa yang terjadi saat ribuan karyawan yang mungkin separuhnya berasal dari luar Sangatta meninggalkan kota tersebut? Mungkin menarik mencari tahu langkah nyata dan realistis apa yang akan dan sudah diambil oleh Pemkab Sangatta menghadapi hal tersebut.

20161230_171323
Pelangi yang terlihat dari Bukit Pelangi

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s