Tamu air pasang

Tinggal di dekat sungai di Kota Samarinda yang rata dengan permukaan air laut, maka kena air pasang itu sudah biasa. Apalagi seperti kemarin berbarengan sama peristiwa supermoon, saat bulan berada pada posisi terdekat dengan bumi. Air pasang tinggal dikit lagi bertamu ke dalam rumah.

Orang terkadang mengira rumah sering kebanjiran saat hujan karena di dekat sungai, eitsss salah besar. Justru sebaliknya sederas apapun hujannya gak pernah ngalamin kebanjiran karena itu, meski bisa dibilang di pinggir sungai tapi lebih tinggi daripada beberapa wilayah di Samarinda yang kalau hujan jadi langganan banjir. Apalagi karena di pinggir sungai, air hujan dengan sangat cepat menuju ke sungai.

Air pasang biasanya berlangsung selama 3 hari, dengan puncak tertinggi di hari kedua saat bulan purnama berlangsung sempurna. Tapi biasanya asal tidak barengan dengan hujan sih gak sampai rumah, tapi kalau barengan dengan hujan air pasangnya sudah ngasih salam hendak bertamu di depan pintu.

Titik terdekat bulan dengan bumi istilahnya perigee, kalau titik terjauh bulan dengan bumi istilahnya apogee. Kenapa bisa ada jarak bulan dan bumi menjauh dan mendekat karena lintasan bulan mengitari bumi bentuknya seperti elips, jadi ingat lagi pelajaran IPA zaman sekolah nih kalau begini. Menurut aliran bumi bulat sih begitu, nah gak tahu kalau aliran bumi datar penjelasannya bagaimana nih pasang surut.

Ok saya lanjut buat perahu kertas lagi ya, mau ikutan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s