E kemudian O

Ada antusiasme dan semangat yang membuncah kalau terlibat melaksanakan kegiatan, entah itu seminar atau apa. Passionkah? Entahlah. Selalu senang terlibat mulai dari membicarakan konsep hingga detailnya seperti rundown dan pernih-pernik pendukung kegiatan. Serasa ide dan tenaga menjadi berlipat saat itu.

Mungkin ini dimulai saat kuliah, kebetulan akrabnya sama teman-teman yang punya minat berorganisasi di kampus, jadinya ikutan aktif di kegiatan kampus, bikin acara-acara mulai dari seminar, workshop dan lain sebagainya. Disitulah jadi tahu gimana bikin kegiatan dan seluk-beluknya.

Sudah pernah di komunitas bikin event besar 3 tahun berturut-turut, mengambil peran di beberapa bidang berbeda. Makin besar eventnya makin besar usaha yang mesti diberikan, makin banyak juga belajar tentang melaksanakan berbagai macam kegiatan dan mendapatkan keasyikan dari hal itu. Capek? Ya capeknya muncul setelah kegiatan berakhir, baru disitu berasa capeknya, tapi meski begitu puas saat berjalan sesuai atau mendekati yang direncanakan.

Sejak punya kesempatan mengikuti banyak kegiatan seperti seminar atau workshop sebagai peserta biasanya kemudian muncul ide untuk bikin kegiatan sejenis, langsung dengan pikiran nanti ininya begini, itunya begitu. Seperti jadi otomatis selain menyimak materi juga memperhatikan pelaksanaan acaranya, mempelajari dan menemukan ide-ide yang bisa dipakai seandainya saya yang ngadain hehehe.

Kini sudah 2 kegiatan yang saya kerjakan sendiri, maksudnya mengorganisir dengan tim sendiri. Dua kegiatan yang sebenarnya dilaksanakan karena awalnya saya pengen belajar dan mendengarkan pembicara tersebut, tapi karena tidak ada juga yang mengundang dan menyelenggarakan, akhirnya saya berinisiatif jadi penyelenggaranya. Karena niat awalnya hanya ingin belajar dan mendengarkan dari pembicara tersebut, maka keuntungan bukanlah tujuannya. Ibaratnya saya dowload film, awalnya untuk ditonton sendiri tapi kemudian saya ajak teman-teman buat nonton bareng.

Dua kegiatan, Alhamdulillah yang pertama ada profit ternyata walau dikittttttt pakai banget hahaha. Kegiatan kedua merasakan minus alias nombok, pemasukan dari sponsor dan peserta tidak seperti yang diharapkan. Dua kegiatan tersebut menghasilkan salah satunya prasangka dari beberapa orang bahwasanya saya EO (Event Organizer).

Jujur saja memang jauh sebelum menyelenggarakan 2 kegiatan tersebut pernah terbersit untuk bikin EO. Apakah prasangka orang adalah pertanda yang datang dari alam semesta untuk mewujudkan bikin EO? Atau doa dari mereka untuk terwujud bikin EO?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s