Beli sebelum membeli

Ini eranya tanya ke mbah gugel atau mbak dan mas sosial media kalau mau cari referensi atau review produk sebelum beli. Dari referensi dan review disanalah biasanya seseorang memutuskan, ke toko atau online store hanyalah tahap akhir kejadian. Iya apa iya?

Cocok dengan kata Scott Stratten dan Alison Kramer dalam buku UnSelling, 60 persen dari semua keputusan pembelian dibuat sebelum pelanggan memasuki jalur Anda (toko). Pelanggan datang sudah dengan informasi tentang produk, percakapan yang terjadi hanyalah bagian akhir pendorong untuk terjadinya penjualan. Karenanya menjadi relevan bagi penjual untuk menciptakan awareness dan knowing tentang produknya.

Kecil sekali ada yang langsung membeli pada pandangan pertama melihat sebuah produk, sama seperti seseorang lewat beberapa kali di depan sebuah toko baru kemudian memutuskan masuk dan membeli. Penjual tidak lagi bisa abai terhadap keberadaan sosial media jika ingin orang tahu tentang produknya. Sudah sangat biasa di sosial media ketika seseorang merekomendasikan sesuatu, respon penanya “Akunnya apa?”

Calon pelanggan saat ini lebih percaya pada referensi teman atau yang orang tulis di sosial media dibanding omongan penjual. Karenanya menciptakan kesan yang baik dan luar biasa tentang produk atau toko menjadi penting, tapi yang beneran baik bukan bohong ya, karena di sosial media sebuah kejelekan kecil saja bisa menggelembung menjadi bola salju yang menghantam penjual. Jika puas komentarnya cuma 1 kata “makasih” tapi klo sebaliknya mungkin separuh isi kamus keluar plus orang lain yang tiba-tiba ikutan memojokkan.

Persaingan sesama penjual semakin ketat, hanya yang mampu menyenangkan pelangganlah yang akan memenangkan pertarungan. Fast response, ramah, solutif dan terbuka akan menjadi nilai penting pendorong calon pelanggan membeli. Namun pasca pembelian juga tidak boleh diabaikan, karena setelah membeli saat ini pelanggan biasanya akan membagikan pengalaman mereka. Karenanya merawat pelanggan yang ada saat ini juga penting selain mendapatkan pelanggan baru, karena dari pelanggan lamalah kemungkinan penjualan ulang dan pelanggan baru bisa didapat. Caranya? Senangkan pelanggan lama Anda.

Buat pelanggan memtuskan sebelum datang kepada Anda dan rawat mereka.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s