Disruptif transportasi

Ini adalah era disruptif, masa gangguan yang dengan cepat bisa mengganggu sesuatu yang sudah lama ada.

Para sopir angkutan demo minta aplikasi transportasi online dibubarkan beberapa hari lalu, alasan utamanya membuat pendapatan mereka menurun. Mereka yang biasanya berkompetisi mendapatkan penumpang sekarang kompak bersatu menentang dan mendesak pemerintah melarang jasa transportasi berbasis aplikasi online tersebut, periuk nasi mereka terganggu. Sungguh jasa transportasi berbasis aplikasi online telah berhasil mendisruptif layanan berbasis konvensional tersebut dan bahkan berhasil menyatukan mereka.

Alasan membuat pendapatan mereka menurun memang kenyataan, tapi bukankah itu adalah hasil persaingan/kompetisi. Jangankan dengan jasa transportasi berbasis aplikasi, dengan sesama pengemudi saja mereka sejatinya juga berkompetisi mendapatkan penumpang, bahkan sesama pengemudi di satu perusahaan transportasi juga mereka tanpa disadari melakukannya juga. Jika kehadiran jasa transportasi berbasis aplikasi dijadikan alasan karena menurunkan pendapatan mereka, mestinya pengemudi angkot memprotes taksi yang membuat pendapatan mereka turun. Pengemudi taksi, angkot dan bus memprotes bus sekolah dan karyawan karena menurunkan pendapatan mereka. Tukang ojek bahkan bisa memprotes dan melakukan demo karena uang muka yang demikian kecil membuat orang-orang dengan mudah dapat membeli sepeda motor sehingga pendapatan mereka menurun.

Alasan lain yang lebih masuk akal adalah karena secara aturan undang-undang mengenai pengguanaan kendaraan plat hitam sebagai angkutan. Walaupun kenyataannya toh ga ada ojek yang berplat kuning selama ini. Hihihi….

Jika merasa jasa transportasi berbasis aplikasi menggangu dan membuat konsumen beralih, kenapa tidak membuat aplikasi juga untuk mengakses mereka. Kenapa tidak membuat angkutan mereka lebih nyaman? Kenapa tidak mengubah perilaku pengemudi menjadi lebih tertib dan baik? Daripada mengutuki kegelapan, kenapa tidak menyalakan lilin. Daripada mengutuki orang lain, kenapa tidak merubah diri sendiri menjadi lebih baik?

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s