Seharga Kantong Plastik

Trend heboh baru sekarang soal peraturan kantong plastik gak lagi gratis klo belanja. Heboh komentar pro kontra di media sosial terutama, simak aja media sosial pasti status soal ini banyak banget. Mulai dari yang dukung sampai menghujat juga banyak, mulai bahasa sopan sampai tajam menyerang peraturan itu.medium_20image

Kantong plastik (kresek) yang dulu gratis sebagai tempat belanjaan sekarang dikenai harga Rp.200. Bagi yang pro aturan ini bilang sudah seharusnya diterapkan karena plastik itu produk yang memerlukan waktu ratusan tahun supaya bisa terurai, di negara-negara maju sudah lama diterapkan aturan begini, mengurangi sampah dan lain-lain. Ada yang bahkan komentar kenapa cuma 200 rupiah? Kalau cuma segitu kurang berarti nilainya, bahkan ngusulkan nominal yang lebih tinggi alasannya supaya efeknya lebih terasa dan lebih memaksa pembeli untuk membawa kantong plastik atau kantong belanjaan sendiri. Beberapa pihak yang pro bahkan ada yang melakukan kampanye mendukung aturan ini. Beberapa melihatnya sebagai peluang bisnis dengan membuat dan menjual kantong belanja yang dapat dipakai berulang kali, ramah lingkungan dan dengan model yang menarik.

Pihak kontra bahkan ada yang mengatakan pemerintah dhalim karena ini menyengsarakan rakyat, membebani rakyat. Mengaitkan aturan ini dengan korporasi yang membuang limbah, membakar hutan, menggunduli hutan, memproduksi produk berkemasan plastik, dan kenapa pabrik plastik tidak ditutup atau dilarang saja. Kemaren bahkan ada yang share di media sosial soal seseorang yang marah-marah saat istrinya disuruh membayar kantong plastik belanjaan di sebuah jaringan minimarket terkenal.

Komentar bahkan juga perihal pro kontra semata, tapi ada juga mengaitkannya dengan branding. Gimana jadinya kalau pembeli membawa kantong plastik yang ada nama minimarket A belanja ke minimarket I atau G, begitu juga sebaliknya. Komentarnya sesuai latar belakang dan lingkungan komentatornya lah yang jelas.

Barang-barang menggunakan plastik memang tak bisa dilepaskan dari keseharian manusia saat ini, tapi plastik memang bahan yang perlu ratusan tahun supaya bisa terurai. Walau sekarang sudah banyak dijumpai kantong plastik yang lebih ramah lingkungan karena diklaim lebih cepat terurai, tetap saja itu sampah. Upaya daur ulang gak sebanding dengan produksi dan pemakaian produk plastik.

Tak bisa diharapkan semua setuju aturan yang dibuat, tapi pilihan di tangan kita. Gak mau bayar untuk kantong plastik belanjaan bisa bawa sendiri tempat belanja, ibu-ibu dulu kalau belanja ke pasar mayoritas bawa keranjang belanja sendiri. Gak mau bawa keranjang belanja atau kantong plastik sendiri bisa belanja di tempat yang masih gratisin kantong plastiknya. Rasanya waktu sebelum ini Walikota Bandung ngeluarin aturan yang sama hebohnya gak seperti ini, yang bersuara kontra sedikit, lebih banyak justru yang memuji.

Kalau alasannya memberatkan dan menyusahkan rakyat, apa pendapatnya dengan jaringan minimarket nasional yang menyerbu buka hingga ke penjuru negeri hingga banyak toko-toko tradisional terpaksa tutup? Membawa-bawa perusahaan pembakar lahan, pembuang limbah, penggundul hutan soal bayar kantong plastik belanjaan yang dibiarkan lalu dijadikan alasan menolak aturan itu? Anda mestinya membiarkan halaman rumah Anda kotor karena tetangga-tetangga Anda jorok dan tak membuang sampah.

Tidak setuju aturan atau kebijakan yang dikeluarkan pemerintah bisa menggugat ke PTUN, belum berhasil di tingkat 1 bisa banding ke tingkat berikutnya hingga sampai ke MA, jadi…pilihan kita sendiri. Kalau bisa menggugat aturan yang ada lalu mengomel dan marah-marah di media sosial bisa meringankan rasa kesal?

Terkadang kita terusik dan merasa kesal karena itu mengusik kita secara langsung, mengusik kenyamanan dan kemapanan kita secara langsung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s