Saya kembali hadir di PW

Absen dari ikutan Pesta Wirausaha (PW) Nasional selama 2 tahun dan hanya memantau event tersebut dari postingan teman-teman di grup dan sosial media itu bikin kangen, kangen hadir di event tahunan Komunitas Tangan Di Atas (TDA) tersebut.

Serunya berangkat bareng dari Samarinda itu bikin kangen. Biasanya sejak sebelum absen selama 2 tahun ikutan PW, saya kebagian ikut ngurus keberangkatan rombongan dari Samarinda. Berburu tiket pesawat, cari-cari penginapan, atur transportasi darat dan lain sebagainya, berangkat dan pulangnya kembali ke Samarinda. Level stres meningkat menjelang keberangkatan, memastikan persiapan keberangkatan lancar.

2442c53832d4ee7d92b95fa8627d6565Tahun ini PW bertepatan dengan 1 dekade TDA, Insya Allah saya ikut berangkat, kangen belajar dan terinspirasi dari pembicara-pembicara yang tampil. Kenalan dengan orang-orang baru terutama member TDA dari wilayah lain dan ketemu lagi dengan teman-teman TDA yang sudah lama gak jumpa. Melihat dan mendatangi stand ekspo mencoba mendapatkan ide dan peluang yang bisa diambil.

Keseruan PW itu bukan hanya di panggung seminar saat pembicara tampil saja menurut saya, saat makan siang sambil lesehan karena ga kebagian kursi juga seru. Makan sambil lesehan, kenalan dengan sesama peserta di sebelah yang ternyata bisnisnya luar biasa, makan sambil ngobrol dan bertukar kartu nama, Alhamdulillah bisa nambah teman. Serunya keliling area ekspo hingga seharian gak dengerin pembicara di panggung seminar juga pernah saya alami. Berpindah dari satu stand ekspo ke stand ekspo lain yang menarik, mencoba mendapatkan inspirasi dan siapa tahu beruntung bisa ngobrol langsung dengan pemiliknya tentang bisnis tersebut. Seharian keliling area ekspo capeknya baru terasa waktu sudah kembali ke penginapan, dengan membawa setumpuk brosur.

Hadir di PW itu saya bisa melihat bagaimana para pejuang PW bekerja, mereka adalah teman-teman member TDA yang mewakafkan waktu, tenaga, pikiran untuk menjadi panitia PW…tanpa dibayar. Berbulan-bulan menyiapkan PW, memastikan acara berjalan lancar sesuai dengan konsepnya, supaya peserta, pengunjung dan pemateri merasa puas. Di saat peserta mendapatkan materi-materi “daging” dari pembicara luar biasa yang tampil, mereka sibuk mengawal PW sesuai tugasnya. Bagi saya merekalah contoh leadership berjiwa pelayan, andai memungkinkan saya juga bersedia menjadi relawan panitia PW, karena dengan itu saya bisa belajar dari mereka.

Tahun ini, setelah absen ikut PW selama 2 tahun, saya mendadak diceburkan ke dalam tim sales internal untuk menjual tiket PW. Jualan tiket PW di wilayah sendiri tetap saja bukan perkara mudah, di masa early bird bahkan, tapi digabungin ke dalam grup sales internal dan melihat bagaimana teman-teman sesama sales internal yang mayoritas di grup belum saya kenal beraksi membuat saya semangat. Semangat belajar dari mereka caranya menjual tiket PW. Jadi sales internal jualan tiket PW membuat saya belajar sambil praktek copywriting, menggunakan copywriting untuk jualan tiket pw baik di grup wilayah maupun media sosial. Serunya gabung di grup sales internal jadi gak sabar nanti PW kumpul dan kenal secara langsung dengan mereka.

Bagi saya Pesta Wirausaha itu kesempatan belajar dengan melihat dan mendengar dari orang-orang luar biasa yang telah melakukan hal-hal luar biasa untuk berproses menjadi lebih baik.

Sampai jumpa di Pesta Wirausaha Nasional, tanggal 3,4,5 Mei 2016 di Sasana Kriya, TMII Jakarta.

 

~ Akhmad Riduan

 

 

 

 

 

 

Advertisements