Perjalanan ke Melak

Minggu lalu akhirnya terlaksana untuk jalan-jalan ke Kabupaten Kutai Barat, berangkat bertiga dengan kawan melalui jalan darat menggunakan bis dan pulangnya menggunakan kapal menyusuri Sungai Mahakam.

Bis yang digunakan sebagai transportasi ke Kutai Barat adalah bis kecil, waktu tempuh Samarinda-Melak sekitar 8-9 jam bergantung lama dan banyaknya singgah di perjalanan. Bis berangkat dari Terminal Sungai Kunjang dengan ongkos Rp.110.000.

Beberapa kali sebelumnya dengar dari teman yang tinggal di sana dan juga yang bekerja disana bahwa jalan darat Samarinda-Melak kondisinya bagus beraspal, cuma ada sedikit agak rusak dibeberapa titik, dan kemarin saya membuktikannya sendiri. Alhamdulillah infrastruktur jalan sudah bagus, mudahan terawat dengan baik.

Sudah jamak di Indonesia angkutan penumpang terutama antar kota terlebih lagi ke kota yang lebih “dalam” maka kru bis akan mengoptimalkan daya tampung, itu berarti kalau ada penumpang yang naik di perjalanan maka jika tidak adalagi kursi kosong silahkan duduk di lorong. Bis juga mengangkut titipan barang dari Samarinda, termasuk koran pagi yang ditaruh di lorong bis dan itulah yang dijadikan tempat duduk penumpang yang tidak kebagian kursi. Jadi koran pagi adalah koran sore/malam di Melak.

Melak adalah kota kecil yang rapi dengan jalan utama dua jalur yang mulus dan lebar dilengkapi pedestrian dan lampu jalan pada median tengah jalannya. Sebuah perencanaan jalan berorientasi jangka panjng yang jarang dan langka ditemukan di Indonesia saya rasa. Ibukota Kabupatennya berada di Sendawar yang digunakan sebagai pusat pemerintahannya, sekitar 1 jam dari Melak sebagai pusat perekonomian.

Terbiasa dengan ritme kota besar, jika datang ke sana apalagi hanya berkunjung tanpa aktifitas apapun maka waktu seolah berjalan lambat sekali, terutama jika menginap di daerah Melak atas sinyal cuma menangkap G, jadinya bakalan mati gaya ga bisa konek ke social media hahaha.

Infrastruktur darat yang bagus juga membawa dampak pada transportasi kapal sungai yang sebelum lancarnya jalan darat menjadi pilihan utama warga menuju Samarinda dan sebaliknya. Kapal sungai kini sepi penumpang dan jumlahnya juga katanya tak sebamyak dulu lagi, kalah bersaing dengan transportasi darat yang lebih cepat dan murah. Dengan biaya Rp.150.000 kapal berangkat dari Pelabuhan Melak setelah Adzan Maghrib dan tiba di Samarinda sekitar jam 8 pagi.

Kapalnya terbuat dari kayu yang terdiri dari 2 dek. Dek atas khusus penumpang, tersedia kasur dan bantal tipis tiap orang, dengan kipas angin dan colokan listrik ada diantara tiap 3 tempat tidur, jadi ga usah khawatir urusan charge smartphone. Dek bawah biasanya dipakai buat barang, tapi buat penumpang juga bisa, harga dek atas dengan bawah berbeda. Bagi penumpang yang membawa motor dikenakan biaya Rp.130.000 per motor. Tidak disediakan makanan di sepanjang perjalanan, tetapi ada kantin/warung di dalam kapal. Musholla juga tersedia di kapal, terdapat toilet sistem jamban di bagian belakang kapal.

Seperti juga bis, sepanjang perjalanan kapal juga berhenti di beberapa tempat menaikturunkan penumpang dan barang. Bahkan saya sempat lihat ada penumpang yang dijemput sampan bermotor atau ces bahasa sininya di tengah sungai dalam keadaan kapal tetap melaju walaupun dengan mengurangi kecepatan.

Menggunakan kapal kita akan melihat denyut Sungai Mahakam sebagai nadi perekonomian, kita akan menyaksikannya sebagai tempat karamba, alur tongkang batubara lalu lalang, kapal yang menarik kayu-kayu gelondongan, MCK warga dan lain-lain.

Perjalanan ke tempat baru akan membawamu bertemu lingkungan, keadaan dan wajah-wajah baru yang bisa dijadikan pelajaran dan menambah rasa syukur.

~ Akhmad Riduan

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s