Godaan banjir informasi

Ini adalah saat dimana informasi itu sangat bernilai dan orang rela membayar untuk mendapatkannya. Barangsiapa yang menguasai informasi dialah yang akan menang, kira-kira begitulah yang pernah saya baca, tapi kalau kurang tepat harap dimaklumi, berarti ada “file error/corrupt data” hehehe.

Penguasaan atas informasi atau bisa saya katakan pengetahuan akan membuat seseorang yang memilikinya bernilai lebih dibanding orang lain. Orang itu akan jadi lebih populer, dianggap lebih pandai dan mungkin menambah level kegantengan naik beberapa derajat. Namun tidak semua bersumber dari keinginan untuk jadi populer, dianggap lebih pandai dan upaya menambah level kegantengan. Ada juga yang motifnya karena keingintahuan dan menguasai informasi atau pengetahuan tersebut.

Era bombardir dan terbukanya akses informasi seperti saat ini sangatlah memudahkan jika ingin mendapat informasi atau pengetahuan. Mau cari informasi atau pengetahuan apa aja semuanya hampir bisa dengan mudah didapatkan, tinggal seberapa besar daya tampung kita saja. Pernah liat orang atau teman yang selalu jadi orang yang mengacungkan tangan penuh semangat paling awal jika ditawari informasi atau pengetahuan baru? Atau barangkali justru diri sendiri?

Seberapa kita sanggup menampung informasi yang terus mengalir? Seberapa banyak yang kita bisa manfaatkan dalam waktu bersamaan? Meski otak manusia itu daya tampungnya mungkin unlimited seperti harddisk komputer, bisakah kita mengakses semua informasi yang ada di otak kita dan kemudian mengolahnya sekaligus? Saya analogikan seperti kedua tangan yang kita miliki. Kita bisa saja memegang beberapa (lebih dari 2) benda di tangan kita bersamaan, tapi bukankah suatu waktu kita sampai pada tak bisa lagi tangan kita memegangnya, kalaupun bisa genggaman kita mulai mengendur. Padahal antara tangan kiri dan kanan saja kemampuan dan kekuatannya tidak sama.

Mungkin kita berpikir informasi atau pengetahuan ini bisa membawa kesuksesan lebih cepat, berulang saat ada informasi atau pengetahuan baru, terus berulang-ulang. Mungkin pernah kita dengar bahwa jika ingin sukses itu harus fokus. Fokus pada satu hal yang kemudian kita latih hingga kita menjadi ahli di bidang itu, setelah sukses dengannya baru berpikir pada keahlian lain. Tak masalah menampung informasi sebanyaknya, tapi kalau berpikir bisa menguasainya dengan level ahli kesemuanya dan bahkan bisa menggunakan semuanya sekaligus, rasanya kok nggak ya.

Terkadang bahkan gelontoran mudahnya informasi yang masuk menggoyahkan fokus yang kita bangun dari awal, bagi seorang pebisnis apalagi yang terhitung pemula dan UKM godaannya sama dengan beralih atau menambah bisnis baru karena tergiur dengan ekspektasi manisnya bisnis baru tersebut, padahal bisnis sebelumnya masih dalam tahap tumbuh dan belum mapan. Akibatnya karena fokusnya teralihkan ke bisnis baru, bisnis lama yang belum mapan tapi sudah memberikan pemasukan utama menjadi korban pada akhirnya.

Seperti juga informasi lainnya, tulisan ini juga bagian dari itu.

~ Akhmad Riduan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s